Awas… Pulang Kampung Bahaya!!

25 01 2009

sunset Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Wajah ibu, bapak, kakek, nenek, kakak, adik, keponakan sudah terbayang dan terlintas dalam pikiran . Pun juga Kampung halaman, suaranya semakin kencang memanggil-memanggil.

Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, hari-hari di kampusĀ  mengalir dengan kencangnya, disebabkan oleh padatnya aktifitas dan rutinitas yang kita lakukan. Tentunya aktifitas dan rutinitas itu adalah dakwah, yang membuat detik demi detik yang telah dilalui menjadi lebih bermakna dan lebih berarti.

Tanpa disadari ternyata sebenarnya aktifitas dan rutinitas yang telah dilalui mulai dari rapat-rapat, terlibat di kepanitian, dakwah fardiyah, dsb merupakan bagian dari tarbiyah bagi diri kita yang akhirnya bermuara pada peningkatan dan terjaganya kadar keimanan kita.

Lain halnya ketika sudah berada di kampung halaman, berkumpul bersama keluarga tercinta, disatu sisi tentunya membuat kita sangat bahagia karena kerinduan yang telah memuncak. Namun disisi lain sebenarnya ada bahaya dan ancaman telah menunggu yaitu penurunan kadar keimanan.

Biasanya aktifitas dan rutinitas dakwah cendrung menurun, bahkan mungkin saja tidak ada sama sekali. Diperparah dengan tidak adanya komunitas dakwah yang berada disekiar kita yang selalu memberi semangat dan memeberi dorongan agar selalu melakukan aktifitas dan rutinitas dakwah. Itulah yang menyebabkan keimanan kita menurun. Dan bukan mustahil futur dan akhirnya berhenti dalam aktifitas dan rutinitas dakwah bisa saja terjadi.

Bukan berarti dengan adanya bahaya dan ancaman ini mengurungkan niat untuk pulang ke kampung halaman. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya.,

Pertama; Kita harus mempunyai tekad yang kuat dan tanamkan dalam pikiranĀ  agar ancaman itu bisa kita antisipasi, karena sebenarnya kekuatan pikiran kita juga mempengaruhi prilaku dan tindakan yang akan terjadi di kemudian hari.

Kedua; Memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang ada untuk lakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti baca buku-buku islami, Silaturrahim ke tetangga. dsb.

Ketiga; Carilah komunitas dakwah yang berada di kampung halaman anda. Bergabunglah bersama mereka, karena berkumpul dengan orang shaleh merupakan salah satu obat hati yang mujarab

Keempat; Jangan sampai komunikasi anda dengan saudara anda yang lain terputus. Bisa saling kirim sms tausyiah, saling bertanya kabar, dsb.

Kelima; Hal yang juga sangat penting yaitu, usahakan target amal yaumi anda selalu tercapai.

Selamat mencoba!!





Selayang Pandang

7 12 2008

Segala puja hanya bagi Allah. Kita memujiNya, memohon pertolongan dan ampunanNya dan berlindung kepadaNya dari kejahatan dan keburukan diri kita. Orang yang diberikan petunjuk oleh Allah, takkan dapat disesatkan oleh siapapun, sedangkan orang yang disesatkanNya, takkan mendapatkan perlindungan dan petunjuk dari siapapun.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Tidak ada sebenarnya yang istimewa pada hari ini, hari ini bukan hari kelahiran yang harus diperingati dan dievaluasi, hari ini bukan hari bahagia karena telah lulus ujian komprehensif, atau hari ini menjadi spesial karena separuh dien telah dilaksanakan. Namun sebenarnya, ada suatu perasaan bangga karena pada hari ini blog ini diluncurkan.

Ada harapan besar tentunya dengan diluncurkannya blog ini. Cinta, persaudaraan, dan ukhuwah yang merupakan hal yang teramat berharga dalam hidup, dapat dipupuk dengan adanya sarana ini. Hal lain yang juga penting adalah informasi, komunikasi, dan ilmu sebagai pembuka cakrawala dunia tentu sangat dibutuhkan dalam era globalisasi saat ini. Mudah-mudahan semuanya dapat diperoleh dalam sarana ini.

Ucapan terima kasih kepada kakanda ADRIAN “Rang Talu”, yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap peluncuran blog ini. semoga menjadi amal kebaikan yang memberatkan timbangan pahalanya.